Laporan Persiapan Riset Fasilitas Kesehatan (RIFAS)

August 27th, 2010 administrator No comments

Pada tanggal 18-21 Agustus lalu, IHQN mewakili Prof. Laksono Trisnantoro mengikuti kegiatan temu pakar membahas mengenai persiapan Riset Fasilitas: Rumah Sakit, Puskesmas dan Laboratorium yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Riset Fasilitas merupakan salah satu survey berkala yang diselenggarakan oleh Balitbangkes yang memang salah satu ruang lingkup kegiatannya adalah melakukan survey berkala untuk memantau indikator derajat kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan disamping melakukan Riset pengembangan/terapan (seperti pengembangan produk terobosan: diagnostik, vaksin, obat, formula makanan, prototipe teknologi kesehatan, model intervensi dan public health law serta studi kohort khususnya untuk penyakit tidak menular yang kronis). Riset-resit yang diselenggarakan sebenarnya terdiri dari 3 macam riset dasar, yaitu: Riskesdas berbasis komunitas (Rikom): status kesehatan dan faktor yang mempengaruhi, termasuk biomedis. Ini dilakukan setiap 3 tahun; Riskesdas berbasis fasilitas (Rifas): sarana dan kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit, puskesmas dan laboratorium juga setiap 3 tahun; Riskesdas khusus (Rikus): dampak kesehatan dari pencemaran oleh pabrik dan lingkungan sosial budaya yg mempengaruhi kesehatan masyarakat, juga setiap 3 tahun

Riset Fasilitas sendiri (sebenarnya istilah baku yang digunakan di Kementerian Kesehatan adalah Sarana Pelayanan Kesehatan atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan? Red) “hanya” meliputi Rumah Sakit (Umum dan Khusus) dan Puskesmas. Dengan substansi yang di-riset adalah: Kelengkapan SDM kesehatan, Regulasi dan kebijakan, Sumber dana, unit cost, Sarana fasyankes, alat dan obat serta Kualitas yankes (ranap & rajal). Riset ini bertujuan untuk memotret Rumah Sakit (1.523) beserta IKRS (Indkes Kinerja Rumah Sakit), Puskesmas (8.737) beserta IKPus (Indeks Kinerja Puskesmas) dan Laboratorium (717) beserta IKL (Indeks Kinerja Laboratorium)nya.

Tujuan dari Rifas secara umum: Diketahuinya potret kinerja RS, puskesmas dan laboratorium di seluruh Indonesia. Tujuan khusus: Diketahuinya data dasar RS, puskesmas dan laboratorium (sarana fisik, peralatan medis/non-medis, dana dan ketenagaan) seluruh Indonesia; Dirumuskannya “indeks kinerja” IKRS, IKPus dan IKL; Diketahuinya peringkat RS, puskesmas dan lab. di seluruh Indonesia berdasarkan indeks ybs. Manfaat yang diharapkan adalah Dengan diketahuinya peringkat RS, puskesmas dan lab di Indonesia, dapat diinformasikan kepada masyarakat kondisi obyektif setiap RS, puskesmas & lab dari yg bagus sampai yg jelek. Kemudian data IKRS, IKPus dan IKL dapat digunakan untuk advokasi ke Pemda/pihak terkait untuk meningkatkan kinerja RS, puskesmas & lab, serta penajaman prioritas program intervensinya serta bisa digunakan sebagai salah satu parameter untuk mentukan besarnya alokasi bantuan Pusat ke RS dan puskesmas.

Kinerja sarana pelayanan kesehatan tersebut diukur berdasarkan beberapa kelompok kinerja, yaitu: Kelompok masukan (input); Kelompok proses; Kelompok keluaran (output); Kelompok hasil (outcome); Kelompok manfaat (benefit); dan Kelompok dampak (impact). Draf indikator kinerja dapat dilihat pada file-file terlampir.

Kegiatan yang dilakukan pada Tahun 2010 adalah tahap persiapan: Serangkaian temu pakar untuk menyusun instrumen, uji coba instrumen dan perbaikan instrumen. Kemudian pada tahun 2011 dilanjutkan dengan pelaksanaan yang terdiri dari: Pelatihan MOT (master of training), pelatihan TOT, pelatihan Enumerator, pengumpulan data, analisis data dan pelaporan deskriptif. Tahun 2012 akan dilanjutkan dengan analisa lanjut temasuk hubungan antar variabel.

Diharapkan para pemerhati pelayanan kesehatan di Indonesia dapat memberikan masukan untuk mengusulkan indikator yang layak untuk masuk dalam Indeks (IKRS, IKPus dan IKL) dan perumusan indeks (seperti IPKM atau pakai pendekatan lain), sedangkan pada saat penelitian berjalan mengusulkan siapa saja yang layak dilibatkan serta untuk jangka panjang usulan tentang membuat jejaring penelitian RIFAS

Dokumen terkait:

  1. kerangka-konsep-prof-amal
  2. rancangan-rifaskes-2011-prof-purnawan
  3. drarf-instrumen-rifas-rumah-sakit-agustus-2010
  4. drarf-instrumen-rifas-puskesmas-agustus-2010
  5. draft-instruemen-rifas-laboratorium-agustus-2010
  6. www.litbang.depkes.go.id
Categories: Artikel Tags:

Terimakasih Para Peserta Forum Mutu 2010

June 29th, 2010 administrator 1 comment

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) kembali dengan sukses menyelenggarakan Forum Mutu Pelayanan Kesehatan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta 23-24 Juni 2010. Bekerjasama dengan PMPK FK-UGM dan RSUP Persahabatan.

Forum Mutu ke-6 ini cukup berbeda dengan Forum Mutu sebelumnya, pada Forum Mutu ini telah dibahas mengenai konsekuensi dari telah diterbitkannya “Road Map” Reformasi Kesehatan Masyarakat Indonesia oleh Kementerian Kesehatan RI terhadap upaya peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan, “Road Map” ini kemudian “disandingkan” dengan “Road Map” dari PT. Garuda Indonesia sebagai bahan bagi para peserta untuk membandingkan kedua hal tersebut meski memang memiliki level yang berbeda, namun demikian sebuah “roadmap” tetaplah sebuah perencanaan yang harus secara spesifik menjelaskan apa yang akan dicapai, bagaimana cara mencapainya dan apa saja yang harus disiapkan.

Forum Mutu 2010 juga telah dilaksanakan dengan menitikberatkan pembahasan pada Outcome Pasien (Clinical Outcome, Quality Outcome maupun Quality of Life), para peserta telah terpapar akan pentingnya mengelola clinical outcome (salah satunya dengan adanya Outcome Manajer) baik dari sudut pandang keilmuan dan juga pengalaman para praktisi dilapangan. Berbagai saran untuk menindaklanjuti sesi ini telah diajukan, antaralain dengan menggagas program “The National Clinical Quality Database and the National Indicator Project” yang akan dikerjakan bersama antara Regulator, Praktisi dan Akademinsi.

serta akan memberikan kesempatan besar bagi para peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan tindak lanjut post Forum melalui kegiatan “Breaktrough Initiative”

Forum Mutu juga telah membahas persiapan pelaksanaan “Breaktrough Initiative” yang merupakan program adopsi dari The Institute for Health Improvement (www.ihi.org), dua topik dipersiapkan sekaligus,yaitu breaktrough initiative untuk meningkatkan rasionalitas pengobatan penyakit paru di Puskesmas dan breaktrough initiative untuk meningkatkan keselamatan bedah di rumah-sakit. Klik proposal-breakthrough untuk melhat kerangka acuan detail dalam bentuk proposal yang telah diajukan  kepada secara terbuka kepada seluruh direktur di Indonesia dan telah disetujui oleh 6 RS.

Forum Mutu juga telah mengadakan berbagai pelatihan dan kajibanding, antara lain: Pelatihan penggunaan Integrated Clinical Pathways Assessment Tools (ICPAT) untuk mengevaluasi penyusunan dan penggunaan clinical pathways di Rumah-sakit (klik pelatihan-icpat untuk detail kerangka acuan); Pelatihan mengelola klinik berhenti merokok oleh tim klinik berhenti merokok RSUP Persahabatan (klik pelatihan-klinik-berhenti-merokok untuk detail kerangka acuan); Kaji banding (benchmark) penerapan konsep green building dan green office di rumah sakit (klik benchmark-green-hospital untukdetail kerangka acuan)

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan yang telah dilakukan dapat dilihat pada leaflet lengkap:

  Agenda dan Formulir Pendaftaran Forum Mutu 2010 (956.7 KiB, 268 hits)

Materi dalam bentuk CD Interaktif tersedia di seketariat IHQN

Categories: Uncategorized Tags:

Forum Mutu 2010

May 25th, 2010 IHQN No comments

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) kembali akan menyelenggarakan Forum Mutu Pelayanan Kesehatan. Bekerjasama dengan PMPK FK-UGM dan RSUP Persahabatan, Forum Mutu ke-6 ini akan cukup berbeda dengan Forum Mutu sebelumnya, pada Forum Mutu ini akan dibahas mengenai konsekuensi dari telah diterbitkannya “Road Map” Reformasi Kesehatan Masyarakan Indonesia oleh Kementerian Kesehatan RI terhadap upaya peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan

Forum Mutu 2010 yang akan diselenggarakan pada 22-25 Juni di Jakarta ini juga akan menitikberatkan pembahasan pada Outcome Pasien (Clinical Outcome, Quality Outcome maupun Quality of Life) serta akan memberikan kesempatan besar bagi para peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan tindak lanjut post Forum melalui kegiatan “Breaktrough Initiative”

Informasi lebih lanjut mengenai latar belakang, konsep, jadwal acara, kepesertaan, biaya dan formulir pendaftaran dapat dilihat pada leaflet berikut: Cover, Jadwal Kegiatan, Formulir Pendaftaran

Leaflet lengkap:

  Agenda dan Formulir Pendaftaran Forum Mutu 2010 (956.7 KiB, 268 hits)

Rangkaian acara Forum Mutu antara lain akan membahas persiapan pelaksanaan “Breaktrough Initiative” yang merupakan program adopsi dari The Institute for Health Improvement (www.ihi.org), salah satu topik yang akan dilaksanakan adalah mengenai safety surgery. Klik proposal-breakthrough untuk kerangka acuan detail dalam bentuk proposal yang ditujukan kepada secara terbuka kepada seluruh direktur di Indonesia.

Forum Mutu juga memfasilitasi berbagai pelatihan, antara lain penggunaan Integrated Clinical Pathways Assessment Tools (ICPAT) untuk mengevaluasi penyusunan dan penggunaan clinical pathways di Rumah-sakit. Klik pelatihan-icpat untuk detail kerangka acuan pelatihan

Pelatihan lain yang akan diselenggarakan adalah pelatihan mengelola klinik berhenti merokok, pelatihan ini diselenggarakan oleh klinik berhenti merokok RSUP Persahabatan. Klik pelatihan-klinik-berhenti-merokok untuk detail kegiatan pelatihan

Forum mutu juga menyelenggarakan kegiatan kaji banding (benchmark) antara-lain dengan topik green hospital, yang akan mengajak para peserta untuk mempelajari penerapan konsep green building dan green office di rumah sakit. Klik benchmark-green-hospital untuk informasi lebih lanjut.

Categories: Invitation Tags: ,

Catatan dari Pertemuan ARSADA - UU Rumah Sakit Tahun 2009

Pada tanggal 19 Oktober 2009 ARSADA menginisiasi suatu pertemuan yang bertujuan untuk memberi masukan atas UURS yang baru disahkan oleh DPR pada tanggal 28 September yang lalu dan dinilai memiliki beberapa kelemahan.

Pertemuan ini diselenggarakan di Gedung Granadi, Kuningan Jakarta dengan mengundang beberapa unsur di luar kepengurusan ARSADA Pusat, antara lain dari PERSI, Dewan Jaminan Sosial Nasional, Tokoh Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan sebagainya.

Baca lebih lanjut:

  Pertemuan ARSADA (138.8 KiB, 818 hits)

Link ke Sekretariat Negara untuk UU 44 tahun 2009 tentang RS

Categories: News Tags: ,

The IHI Improvement Map

August 18th, 2009 administrator No comments

Institute for Healthcare Improvement (www.ihi.org) baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan alat bantu peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara on-line yang disebut sebagai “The IHI Improvement Map”. Tools ini menyediakan pedoman yang jelas untuk para pengelola sarana pelayanan kesehatan terutama manajer rumah-sakit untuk menetapkan agenda, memilih prioritas, mengorganisasi kegiatan dan mengelola sumber daya secara efisien dalam upaya peningkatan mutu.

IHI telah mengeluarkan versi percobaan pada bulan Juni 2009, namun demikian versi sebenarnya baru akan dikeluarkan pada bulan September 2009. Pada versi ini para fasilitator upaya peningkatan mutu akan mendapatkan akses interaktif, web-based, yang akan menyediakan informasi terbaik secara manajerial dan klinis untuk membantu rumah-sakit menyediakan pelayanan yang terbaik.

Halaman awal web ini akan ditampilkan pilihan tujuan peningkatan mutu sesuai prioritas yang ditetapkan oleh Institute of Medicine, yang dapat dipilih para pengguna, yaitu: Efektifitas; Efisiensi; Keadilan; Fokus kepada pasien; Keselamatan; dan Ketepatan waktu. Berdasarkan tujuan yang dipilih kemudian akan disajikan berbagai upaya peningkatan mutu yang pernah dilakukan berikut dengan hasil, waktu, biaya dan kesulitan serta level evidence-nya. Lebih lanjut setiap upaya tersebut juga dapat dibaca secara detail untuk mempelajari indikator keberhasilan yang digunakan, hubungannya dengan inisiatif nasional, instrumen dan referensi lain yang digunakan.

Informasi lebih lanjut pada: http://www.ihi.org/IHI/Programs/ImprovementMap/ImprovementMapPreview.htm

Meski tools ini didesain terutama untuk digunakan oleh rumah-sakit di Amerika, tidak ada salahnya kita pelajari dengan baik untuk kemudian kita kembangkan tools serupa bagi rumah-sakit di Indonesia demi kemajuan bangsa. Dirgahayu Indonesia !

Categories: News Tags: